Sunday, May 26, 2013

-


Rainy day


Lucu ya, di hari hujan kayak gini saya masih inget kamu
Lucu ya, dulu saya selalu nyariin kamu setiap hujan
Lucu ya, dulu saya ngerasain hujan pertamanya spensa sama kamu
Lucu ya, bahkan ketika saya seharusnya benci sama kamu, ketika saya baca timeline yang isinya kakak-kakak kelas ribut sama ruang test masuk SMA yang pengen kamu masukin, dan ketika saya baca status whatsappmu yang menggambarkan betapa pengennya kamu masuk SMA itu, saya masih berdoa untuk kesuksesanmu. dan saya benar-benar masih berdoa untuk kamu.

Lucu.

Friday, May 24, 2013

yeah.


saya masih jatuh cinta setengah mati dengan hujan, hanya hujan, bukan kenangannya

Saturday, May 18, 2013

Starting over


Tidak ada yang salah untuk merasa bahagia setelah adanya perpisahan, bagaimanapun juga perpisahan juga merupakan salah satu media pembebasan, bahkan mungkin awal dari jalan yang baru.

apa indikasi bahwa saya sudah melepaskan, dan saya sudah bahagia?

indikasi paling sederhana adalah ketika saya melihat lagi sosoknya, jantung saya tidak lagi berhenti berdetak untuk sesaat, hati saya sudah tidak lagi merasa sedang melihat rumahnya untuk kembali, dan mata saya tidak lagi terpaku pada sosoknya. mengikhlaskan itu sederhana, sesederhana melihat sosoknya sebentar, rasanya hening yang menyenangkan, tidak ada lagi jeritan jeritan kerinduan yang memilukan, yang ada hanyalah keseimbangan. keheningan yang seimbang.

 rasanya tenang ketika saya tidak lagi merasa terganggu dengan kehadirannya, saya bisa melewati sosoknya tanpa harus merasa terganggu dengan debaran jantung yang tidak karuan. saya bisa dengan mudahnya melewati sosoknya, hanya menatap sebentar, dan pergi. namun ada satu hal yang berbeda, yang menyatakan, yang mengindikasikan bahwa saya sudah melepaskan.

ketika saya pergi, saya tidak pernah menengok kembali

Saturday, May 11, 2013

Better That We Break

I never knew perfection till, I heard you speak
And now it kills me just to hear you say the simple things
Now waking up is hard to do, sleeping's impossible too
And everything's reminding me of you
What can I do?

It's not right, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way
I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way
It's better that we break

A fool to let you slip away
I'd chase you just to hear you say
You're scared, and that you think that I'm insane
City looks so nice from here
Pity I can't see it clearly
While you're standing there it disappears
It disappears

It's not right, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way

I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way
It's better that we break

Saw you sitting all alone
You're fragile and you're cold
But that's alright
Love these days is getting rough
It knocks you down, then beats you up
But it's just a roller coaster anyway

It's not right, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way
I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way

It's not fine, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way
I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way
It's better that we break.

God shows me the way


Tuhan memberikan tanda untuk melepaskan pergi dengan cara yang paling baik, dengan cara yang paling lembut, seperti usapan seorang ibu, seperti bisikan seorang ayah. seperti hembusan angin, seperti suara rintik hujan.

Tuhan memberikan satu kesempatan terakhir, untuk melihat lagi sosoknya, untuk mengenang lagi, bahkan untuk memasukan rupa mereka dalam memori. untuk diingat kembali jika suatu saat nanti sudah tidak punya hak lagi untuk memandang. Siang ini, Tuhan memberikan saya satu kesempatan terakhir untuk melihat sosoknya dari jarak terbaik untuk melihat tanpa diketahui, dari jarak terbaik untuk melihat senyum nya, terakhir kali. Saya sedang duduk, entah dorongan apa yang membuat saya menengok ke arah kanan. dan disanalah saya melihat sosoknya lagi, sepedanya, tasnya, dan jaket baru yang belum pernah bisa saya lihat dari jarak dekat.

Saya merasakan jantung saya berhenti berdetak untuk beberapa saat, saya memalingkan wajah, sampai akhirnya saya mulai menatap lagi sosoknya, dari belakang, dari sudut yang tidak terlihat. entah, rasanya ada yang mengganjal, rasanya ada yang salah, rasanya bukan seperti ini seharusnya. rasanya saya sudah tidak boleh lagi mengharapkan seseorang yang sudah tidak bisa terkejar lagi, dan detik itu pula saya merasakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melepaskan semuanya. untuk berhenti menahan dia, untuk berhenti menggenggam seseorang yang ingin dibebaskan pergi.

maka saya melepaskan dia pergi, dengan cara yang diberikan Tuhan.

Tuhan mengatur saya untuk berada di posisi  melepaskan kepergian seseorang, saya dipunggungi, dan saya melihat dia pergi, jauh, jauh sekali sampai akhirnya menghilang dari pandangan. Itulah cara yang diberikan Tuhan untuk memberi saya kesempatan,

mengantarkan dia pergi.

Skyfall


Jadi, seperti inilah jawaban dari segala pertanyaan dan perasaan yang selama ini bergolak didalam otak saya. dan seperti inilah alam raya berkonspirasi untuk membentuk sebuah pertemuan dan sebuah perpisahan yang telah diatur oleh waktu dengan sedemikian rapinya, tanpa cela, dan tak terbantahkan.

Dan seperti inilah jagad raya berkonspirasi untuk membuat sebuah perpisahan untuk kami, pada hari ini. dimana hari ini kami sama sama melepaskan pergi semua yang pernah terjadi, dan membuatnya menjadi sejarah perjalanan hidup yang tak tertuliskan. dan disimpan didalam keheningan yang tanpa batas, atau dalam kata lain kenangan yang tidak termaksudkan untuk diungit ungkit lagi. Hari ini kami melepas semua beban, hari ini kami mengambil jalan yang berlawanan arah, kami pergi sendiri. menuju arah sendiri, dan menunggu alam untuk berkonspirasi lagi untuk membentuk pertemuan yang baru.

 Hari ini seluruh jagad raya telah menjadi saksi dan media yang baik, hari ini mereka semua menjadi saksi atas pernyataan bahkan pertanyaan, atas kerinduan, atas tangisan yang tak terucap sehingga menjadi suara hati yang teredam, atau diredam.

  Malam ini, saya melepas kamu pergi. saya melepas kita pergi.

Berbahagialah, saya tersenyum disini, menatap punggungmu yang perlahan menjauh pergi.

Sunday, May 5, 2013

Jawaban

Selama ini saya terus terusan mencari dan bertanya-tanya, apa yang salah dari semuanya ? apa yang menyebabkan semesta tidak mengizinkan saya untuk merasa bahagia, setidaknya sedikit lebih lama lagi.
 Selama ini saya selalu menyalahkan berbagai hal yang bisa disalahkan, mengutuki nasib dan menganggap bahwa saya adalah orang yang paling sengsara di seluruh dunia. saya mulai menyalahkan masalah masalah yang di bebankan kepada saya tanpa ampun. menggilas gilas pikiran saya sehingga menjadi setipis kertas. gepeng dan tidak berbentuk lagi.

Selama ini saya selalu memaksakan kehendak, saya selalu berusaha untuk berlari terus menerus dengan nafas yang sudah terpatah patah dan kaki yang sudah letih, saya memaksakan diri saya untuk terus terusan berusaha dan terus terusan tidak bersikap seperti pengecut, yang hanya bisa pasrah kepada nasib. saya ingin berjuang dan diperjuangkan, saya terus berlari seperti seekor domba yang sedang dikejar serigala, tanpa pernah berfikir untuk berhenti saya menyongsong segala macam belokan dan tikungan tajam, terjatuh berkali kali dan bangkit lagi untuk melanjutkan perjuangan saya. saya kira dengan berusaha sedemikian rupa maka saya juga akan diperjuangkan seperti itu. tetapi ternyata saya salah, saya terjatuh sendiri dan bangkit sendiri, saya mengobati luka sendiri, dan terus terusan menutup telinga dari seruan seruan orang yang mengatakan bahwa sudah saatnya saya berhenti berlari. tetapi saya tetap berjuang, saya tetap berlari. sendirian.

Saya berusaha kuat, dan berusaha terus berfikir bahwa pada akhirnya semua akan menjadi seperti apa yang selama ini saya impi-impikan, bahwa suatu hari diujung rute berlari saya akan merasa bahagia, saya terus terusan menanti seseorang yang memberikan akhir dari perjalanan saya, dengan tangan yang direntangkan lebar lebar dan senyum yang menanti saya, lalu saya akan terhanyut dalam dekapan tangannya, dan pada saat itu saya akan merasa bahagia dan bersyukur karena tidak pernah berhenti ditengah jalan seperti para pengecut lainnya.

 ternyata, mereka yang berhenti ditengah jalan, dan mereka yang telah berhenti berlari bukanlah selamanya seorang pengecut. mereka yang menyerah ditengah jalan sudah cukup pintar untuk membuka mata dan telinganya, mereka tahu mana jalan yang harus dilalui dan jalan mana yang tidak seharusnya dilalui. mereka, yang awalnya bermimpi untuk seseorang yang menjadi akhir dari perjalanan, akhirnya menjadi lebih realistis, mereka terbangun dari angan angan yang semakin lama semakin menjatuhkan. mereka akhirnya sadar, bahwa mereka tidak diperjuangkan, sebagaimana mereka memperjuangkan. akhirnya mereka sadar bahwa jalan akhir adalah keputusan mereka sendiri. mereka yang memilih bagaimana caranya bahagia, bukannya terus terusan berlari seperti orang gila, mengejar seseorang untuk memberikan garis akhir perjuangan.
 bukannya membuat akhir mereka sendiri. mereka yang terus berlari kadang terlalu bodoh. mereka menunggu untuk diberi kepastian, bukannya membuat kepastian.

 ternyata yang dimaksud jalan akhir adalah merelakan, mengikhlaskan pergi. bukannya terus terusan memeluk seseorang yang ingin dibebaskan. jalan akhir dari perjuangan satu arah adalah untuk berhenti berlari, membuat ujung rutenya sendiri. memilih bagaimana mereka akan bahagia. mereka memilih, bukan menunggu untuk dipilihkan.

 cara terbaik untuk bahagia adalah berhenti berharap, berhenti bermimpi yang terlalu muluk, dan menyadari sudah saatnya untuk menyelesaikan rute berlari yang tidak layak. dimana mereka hanya berjuang sendiri.
Melepaskan akhirnya akan terasa menjadi sesuatu yang benar, menjadi suatu ujung dari perjuangan yang melelahkan. mereka bangkit, dari keterpurukan dan dari mimpi yang menjatuhkan. mereka sadar, dan akhirnya mengikhlaskan, ikhlas untuk apapun yang akan terjadi, untuk semuanya.

Menjadi lebih realistis, mereka akhirnya akan mendoakan. mendoakan agar suatu saat "ujung rute yang selama ini di impi impikan" akan menemukan pelari yang memang pantas untuk sampai di akhir tujuan, akan menemukan pelari yang benar-benar pantas mendapatkan dekapan kemenangan, akan menemukan pelari yang memang layak, pelari yang menggerakan mereka untuk berjuang bersama menuju ujung, bukan hanya satu pihak, melainkan dua pihak yang berjuang bersama. pelari dan ujung perjalanan yang sudah ditentukan semesta.

Dan pelari yang berhenti ditengah jalan ini, masih ingin merasakan udara kebebasan sebentar lagi, merayakan kebangkitannya sedikit lebih lama lagi. sampai pada akhirnya mereka akan berlari lagi, mereka akan berjuang lagi. di rute yang berbeda, dengan ujung perjalanan yang memang sudah dikhusukan untuk mereka lalui sampai akhir.

 mereka akan berlari lagi. di rute yang lebih layak.



Tuesday, April 30, 2013

1 Mei 2013

Melepaskan itu jauh lebih gampang daripada menghapus kenangan. entah menggunakan lem jenis apa, tapi kenangan itu masih menempel erat sekali disini, di kepala. dan disini, di dalam hati.

Tuesday, March 5, 2013

strange


Aneh rasanya, ngerasain kehadiran seseorang di semua tempat dan disemua keadaan tanpa kemunculan orang itu sendiri. aneh rasanya masih ingat setiap detail dari seseorang yang bahkan sudah lama nggak pernah kamu lihat, dan lebih aneh lagi setelah kita sadar,mereka masih muncul dimana-mana.

 Aneh, selalu muncul sosok seseorang setiap kamu melakukan suatu kegiatan, dimana mereka selalu muncul disetiap kamu mendengar lagu kesukaanmu, dimana mereka selalu muncul disetiap kali kamu mau tidur, bagaimana mereka selalu entah-bagaimana-caranya muncul disetiap doamu, disetiap rencana rencanamu, atau bahkan bagaimana mereka selalu muncul disetiap kamu melihat hujan. mereka selalu muncul, mereka selalu ada disetiap tetes hujan yang jatuh. mereka ada dimana-mana.

 Mereka selalu muncul di salah satu lyrics lagu kesukaanmu, didalam film kesukaanmu, bahkan didalam buku bacaanmu. secara nggak sengaja sosok mereka selalu terselip didalamnya, disuatu nada, disuatu dialog, bahkan disuatu paragraf cerita. mereka selalu muncul tiba-tiba, tanpa direncanakan. bahkan di suatu keadaan yang paling tidak disangka-sangka, mereka selalu muncul disetiap kamu merasa jatuh, disetiap kamu berada di titik ter atas kebahagiaan. mereka ada dimana-mana, tapi, untuk alasan yang tidak jelas kemunculan mereka selalu terasa benar, seakan-akan memang seharusnya mereka selalu ada disitu.

Ketika tanpa sengaja kamu mengharapkan kehadiran mereka, disaat kamu melihat hujan, seakan-akan setiap tetesan airnya membawakan sekelibat-sekelibat kenangan mereka, dan akhirnya menjadikan mereka ada. akhirnya kamu akan merasa bahwa mereka ada disana, disampingmu. kenangan mereka tidak menghilang. 

 mereka tidak pernah benar-benar pergi.

Friday, March 1, 2013

Forever and Always- Taylor Swift

Once upon a time, I believe it was a Tuesday  
When I caught your eye 
And we caught onto something, I hold on to the night
You looked me in the eye and told me you loved me 
Were you just kidding? 'Cause it seems to me
This thing is breaking down, we almost never speak 

I don't feel welcome anymore  

Baby, what happened? Please tell me '
Cause one second it was perfect 
Now you're halfway out the door
 
And I stare at the phone and he still hasn't called 

And then you feel so low, you can't feel nothin' at all  
And you flashback to when he said, forever and always 
Oh, oh
 
Oh, and it rains in your bedroom, everything is wrong 

It rains when you're here and it rains when you're gone  
'Cause I was there when you said forever and always
 
Was I out of line? Did I say something way too honest 

 That made you run and hide like a scared little boy?  
I looked into your eyes, thought I knew you for a minute 
Now I'm not so sure
 
So here's to everything, coming down to nothing  

Here's to silence that cuts me to the core  
Where is this going? Thought I knew for a minute  
But I don't anymore
 
And I stare at the phone and he still hasn't called 

And then you feel so low, you can't feel nothin' at all  
And you flashback to when he said forever and always 
Oh, oh
 
Oh, and it rains in your bedroom, everything is wrong 

It rains when you're here and it rains when you're gone 
'Cause I was there when you said forever and always 
You didn't mean it, baby, I don't think so  
Oh, oh
 
Oh, back up, baby, back up, did you forget everything?  

Back up, baby, back up, did you forget everything?
 
'Cause it rains in your bedroom, everything is wrong  

It rains when you're here and it rains when you're gone 
'Cause I was there when you said forever and always
 
Oh, I stare at the phone and he still hasn't called  

And then you feel so low, you can't feel nothin' at all  
And you flashback to when we said forever and always
 
And it rains in your bedroom, everything is wrong 

It rains when you're here and it rains when you're gone 
'Cause I was there when you said forever and always  
You didn't mean it, baby, you said forever and always

Sunday, February 24, 2013

24 februari.



"ada yang salah, entah kamu, entah aku, entah kita."

:)

Before I die, I want to be somebody’s favorite hiding place, the place they can put everything they know they need to survive, every secret, every solitude, every nervous prayer, and be absolutely certain I will keep it safe. I will keep it safe.

— Andrea Gibson - (silly-us)

Storm

And once the storm is over you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, in fact, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about.

— Kafka on the Shore Haruki Murakami , ( silly-us)

Bulan Galau


Sepertinya resolusi resolusi tahun baru saya sedikit terhambat dengan datangnya bermacam-macam masalah secara berurutan di 2 bulan terakhir ini. melelahkan. Entah hadiah apa yang akan saya dapat dari Allah atas masalah yang seabrek ini. saya harap sesuatu yang sebanding dengan upaya saya selama 2 bulan menyebalkan ini.

 Disaat-saat galau seperti ini tentunya menimbulkan dampak tersendiri ke orang-orang disekitar saya, well, mereka menjadi bulan bulanan saya, dan menjadi objek saya menjelentrehkan uneg uneg yang panjaaaaaaaaaaaang sepanjang kereta api. tetapi sebagian besar mereka tidak memberikan respond seperti yang saya harapkan, saya butuh motivasi inspirasi dan teman bicara (pendengar) yang baik ! bukan malah memperburuk suasana, dan akan berakhir dengan saya menyalahkan mereka atas segalanya. akhirnya berakhir dengan saya nggak nyaman lagi cerita sama mereka, saya jadi punya pemikiran bahwa mereka mereka itu bukan orang yang "peka". bukan bermaksud pamrih, tapi rasanya nggak adil banget gitu, saya rela loh menyisihkan sebagian waktu saya untuk mendengarkan mereka, mencoba care ke mereka, menjadi teman bicara yang menyenangkan. tapi apa yang mereka lakukan untuk saya ? kadang menemani kadang menghilang, muncul kok labil sih ? nggak usah muncul segala lah kalau akhirnya akan menghilang lagi.

 memang, ada jenis orang yang memiliki tipe "kelihatannya cuek tapi care" tapi rasanya jadi sebel sendiri gituloh, cuek ya cuek, care ya care jangan setengah setengah gitulah duh. Segalanya jadi berasa serba salah ajasih sama mereka, kalau nyuekin balik kadang berasa nggak tega, berasa terlalu jahat, takut memperburuk suasana, takut keadaannya jadi tidak menyenangkan lagi. tapi kalau saya berusaha membuka pembicaraan dan mencari topik pembicaraan (dengan mengorbankan rasa gengsi, yang sama sekali tidak mudah) lalu dibalas dengan males malesan dan ala kadarnya, lalu ditinggal menghilang itu rasanya UGH UGH UGH menyesal sudah membuka pembicaraan ! saya tahu cuek, iya saya paham memang begitu modelan nya, dari sananya memang begitu, tapi kenapa sih nggak berusaha sedikiiiiiiiiiiiittttttt aja ngasih feedback yang sebanding sama apa yang saya lakukan selama ini ? kok kayak saya yang ngebet banget, kok berasa saya doang yang terus terusan berusaha, saya yang terus terusan mengalah, di situasi seperti ini seakan-akan saya menyalahkan semua hal, saya menjadi lebih sensitif.

 Saya paham betul dengan melakukan semua pengorbanan tersebut membuat saya menjadi sosok yang lebih dewasa, belajar mengalah. tapi untuk kesekian banyaknya pengorbanan yang sudah saya lakukan sepertinya saya sudah bukan dewasa lagi, melainkan manula ! got it ? ma-nu-la. kalau saya yang ngejar terus lalu kapan saya dikejarnya ? nunggu saya nggak kuat lagi  gitu ? jangan meremehkan saya lah, kalau saya sudah benar benar menyerah, anda bisa melakukan hal apa lagi untuk meyakinkan saya kembali ?

 saya masih merasa bahwa ini adalah hal sepele yang tidak perlu saya bahas dan jelentrehkan secara terus terang dan serius, saya nggak tega, lihat kan saya masih mikirin perasaan anda yang sudah segitu jahatnya. tapi kadang-kadang ada perasaan dimana saya kepengen sekali berhenti berlari, kadang ada kalanya saya merasa ingin berhenti melangkah lalu berputar arah, tapi saya masih memikirkan alasan untuk apa selama ini saya berlari ? saya nggak mau mengorbankan semua usaha dari awal sehingga sudah sampai di titik yang sejauh ini.

 saya memaklumi semua ketidak-sadaran dalam semua tindakan yang sudah dilakukan, saya maklumi betul. tapi kadang ada saat-saat seperti sekarang, dimana saya berada di titik paling atas kejenuhan, dimana saya berada di batas kesabaran saya. saya ingin lah sekedar mengeluarkan apa yang mengganggu pikiran saya selama beberapa waktu terakhir ini. ada waktunya semua pihak mengerti apa yang sedang terjadi.

  saya masih berlari untuk anda, tetapi saya hampir lelah.

Monday, January 21, 2013

sweet-short-life of cemong


kita nggak tau, dan nggak akan pernah tau kapan kematian bakalan datang. bahkan masih 'muda' nggak akan pernah menjamin bahwa umur kita masih panjang. bisa kapan aja, dan dengan cara apapun yang nggak pernah kita duga. satu hal yang pasti, disetiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan disetiap awal akan selalu ada akhir. sudah hukum alam. pisah, karena kematian adalah perpisahan yang paling susah dan paling berat untuk dijalani, tanpa batas waktu, tanpa komunikasi, tanpa mendapat kabar, dan tanpa ada kemungkinan untuk mereka bisa kembali. sudah bukan perpisahan pada jarak, tetapi juga sudah berada di dimensi yang berbeda. jauh..

 Allah, sudah mengatur setiap pertemuan yang ada dihidup saya. dan pada hari yang telah ditentukan tersebut saya bertemu 'Cemong', bayi kucing 2 bulan, jantan, dan amat sangat menggemaskan. dia berpindah tangan dari Salsa ke Saya, ya, Cemong adalah kucing kecil milik Salsa yang diberikan kepada saya di suatu sore sepulang dari latihan cheerleader. saya melihat dia sedang duduk manis didalam kandang diatas motor, menatap saya dari dalam, seakan-akan berusaha meneliti saya terlebih dahulu. setelah jemputan saya datang, salsa mengantarkan cemong menuju rumah saya. itu adalah salah satu sore terbaik yang pernah saya miliki.

Cemong tidak pernah menyusahkan kami dirumah, saya masih ingat jelas hari-hari dimana dia dan kucing jantan saya yang sudah besar (cookies) masih dalam tahap perkenalan. Cemong yang secara fisik jauh lebih kecil daripada Cookies malahan membuat cookies ketakutan setiap kali melihat cemong. sungguh menggelikan melihat mereka berdua berkejar-kejaran seperti kucing dengan tikus. sampai pada akhirnya mereka sudah saling mengenal, dan tak jarang saya melihat mereka berdua tidur berpelukan, seperti kakak dan adik, manis :)

Sejak pertama kali datang kerumah saya, Cemong terlihat sedikit mempunyai gangguan pada alat pencernaannya, seperti sedang diare, anehnya makannya tetap lahap, tetapi setiap kali ia membuang kotoran selalu mengeluarkan darah segar. kami sudah pernah mendatangkan dokter hewan ke rumah. dokter mengangkat dan menekan-nekan perut si kecil, diagnosa pada saat itu adalah Cemong kurang cocok memakan makanan kucing dewasa seperti biskuit, harus dibelikan yang kitten. dokter juga memberikan resep untuk obat yang harus ditebus di apotek. setelah beberapa lama pemakaian obat, akhirnya kotorannya kembali normal, cemong sudah sehat lagi.

 Setelah itu beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan Desember atau awal Januari gejala tersebut muncul kembali, kotorannya berbentuk cairan dan bercampur dengan darah. matanya masih terlihat sehat, hanya pantatnya selalu kotor akibat buang air besar yang terlalu sering. walaupun begitu makannya masih amat sangat lahap. keesokan harinya, muncul benjolan merah pada anus si kecil, seperti daging atau bahkan ujung dari usus, mama asal mengatakan "wah, kok kayak ambeien sih ?" gejala ambeien pada manusia juga mengeluarkan darah bukan ? saya dan kakak saya mulai merasa was-was dan bertanya-tanya "benarkah memang ada ambeien pada kucing?". sampai pada akhirnya kami mencari di google, ''ambeien pada kucing'' dan betapa kagetnya kami ternyata memang ada ambeien yang terjadi pada kucing, ada artikel yang menjelaskan stadium-stadium ambeien pada kucing, dan pada stadium ke IV maka si kucing harus menjalani operasi. betapa mencelos hati saya membaca artikel tersebut.

 akhirnya pada malam harinya kami berencana membawa cemong menuju rumah dokter hewan langganan kami, kami membawa dia pada malam hari tepat setelah maghrib. saya masukan cemong kedalam keranjang pink kecilnya, saya tutupi kain biru tipis, dan saya bawa dia menuju dokter, saat hujan. semuanya terasa dingin, saya merasa amat sangat sedih dengan keadaan kucing kecil saya. saya meneteskan air mata melihat cemong dari sela-sela keranjangnya. malam itu saya bawa dia ke dokter, dan saya menangis dibawah hujan.

sesampainya disana kami melakukan konsultasi pada dokter, ternyata ambeien pada kucing memang ada namun jarang terjadi. 1 : 1000 . dokter menyarankan untuk memasukan anusnya yang keluar daripada semakin besar dan akhirnya membusuk. kami melakukan proses proses sebelum terjadi ''pemasukan anus". saya menggendong cemong saat dia disuntik antibiotik pada kedua kaki bagian bawahnya. cemong mengeong kesakitan dan melawan dalam gendongan saya. ternyata cemong tidak kuat pada antibiotik, dan akhirnya mulutnya mengeluarkan busa putih selama satu jam. saya hancur melihat dia kesakitan, apalagi saat anusnya dimasukkan menggunakan es batu. kucing kecil saya menangis kesakitan di meja praktek dokter.

 namun setelah berkali kali kami kembali ke rumah dokter, anus nya selalu keluar lagi, dan semakin lama volumenya semakin besar. kami juga mulai menyadari bahwa dokternya sudah tidak mengerti harus bertindak apa untuk kucing kecil kami, dan operasi bukanlah pilihan yang baik untuk kucing. mulai hari itu kami sudah mengerti, tidak ada apapun yang bisa kali lakukan untuk cemong. kami tinggal menunggu waktu.

pada masa-masa seperti itu saya menjadi pribadi yang jauh lebih sensitif, setiap sore saya melihat kucing kecil saya duduk di garasi depan, menyendiri. anusnya sudah mulai mengeluarkan bau busuk, dan napsu makan nya semakin hari semakin menghilang, dia sudah tau bahwa dia juga sedang menunggu waktu. yang bisa saya lakukan adalah duduk diam disebelahnya, mengingat ingat kejadian kejadian yang telah kami lakukan berdua, setiap kali saya menggendong dia, pertama kali saya melihat dia, saya mengingat semuanya. pada saat itu saya cenderung menjauhi dia, karena setiap didekat dia saya selalu merasa hancur, dan airmata saya tak pernah berhenti berjatuhan. saya terlalu pengecut untuk menemani dia menunggu kematiannya.
 sampai pada akhirnya saya mencurahkan semua perasaan saya pada Dhea, dan betapa saya merasa seperti seorang pengecut setelah membaca sms dhea :

"kiddy jangan tinggalin dia, kamu harus manfaatin waktumu sama dia, lebih baik dia mati bahagia kid daripada sendirian kan ? dia selalu ada buat kamu selama ini. jadi intinya mau seneng atau mau sedih ya bareng-bareng kid"

sore itu saya duduk berdua bersama cemong, saya menangis disampingnya, mengucap doa-doa untuknya, dan pada akhirnya saya meneguhkan hati untuk berkata :

"Mong, mbak Kintan udah nggak apa-apa, mbak Kintan udah terima kasih sekali sudah ditemenin sama cemong, mbak Kintan ikhlas mong kamu pergi.. gapapa pergi aja, biar nggak sakit lagi"

saya masih merasa hancur setiap harinya membayangkan ditinggalkan sahabat kecil saya menuju alam lain. saya patah hati. bahkan hati saya sudah berubah menjadi serpihan serpihan debu, sampai pada akhirnya cemong sudah tidak bisa bertahan, pada tanggal 16 Januari malam matanya sudah tidak memancarkan sinar lagi, matanya sudah kosong, dia hanya menyenderkan badannya di tembok teras depan. matanya tidak lagi menatap saya, seakan akan jiwanya sedang menjelajah entah kemana. perutnya masih bergerak menandakan dia masih bernafas, namun dia sudah tidak bisa mengangkat tubuhnya, dia hanya bisa tiduran. sesekali saya mendengar dia merintih kecil pada saat saya melafalkan doa doa pendek untuk mengantarkan dia pergi. rintihannya singkat, namun saya bisa merasakan betapa sakitnya dia pada saat itu. malam itu saya berdoa untuk apapun yang terbaik untuk cemong, meskipun dia harus pergi meninggalkan saya maka saya sudah siap dan saya ikhlas.

keesokan paginya kami tidak melihat sosok cemong dimana-mana, kami mencari ke sudut sudut rumah. dan saya akhirnya melihat bulu coklatnya. cemong berada di pojok garasi, dibalik karpet besar yang digulung ke atas, saya perhatikan perutnya. sudah tidak bergerak lagi. bau busuk sudah amat sangat tajam dan saya lihat anusnya telah berubah warna menjadi hitam. saya hampir menangis, namun saya sadar doa saya telah dijawab Allah, cemong sudah mendapat yang terbaik, dan sudah tidak merasakan sakit lagi. dia sudah bebas dari rasa sakitnya, dan saya ikut merasa bahagia.

saat diangkat, tubuhnya sudah kaku. mama membungkus dia dengan baju mama, saya mengajukan diri untuk menggendong cemong menuju lubang yang sudah digali papa didepan rumah. saya gendong sahabat kecil saya untuk terakhir kalinya, dan saya tidurkan dia dibawah pohon didepan rumah.saya sedih sekaligus bahagua.  cemong sudah bebas :')

saya bersyukur untuk pertemuan singkat saya bersama cemong, semoga dia bahagia dimanapun dia berada sekarang.

ayo ketemu lagi di surga ya mong,
we love you.