Saturday, May 11, 2013

God shows me the way


Tuhan memberikan tanda untuk melepaskan pergi dengan cara yang paling baik, dengan cara yang paling lembut, seperti usapan seorang ibu, seperti bisikan seorang ayah. seperti hembusan angin, seperti suara rintik hujan.

Tuhan memberikan satu kesempatan terakhir, untuk melihat lagi sosoknya, untuk mengenang lagi, bahkan untuk memasukan rupa mereka dalam memori. untuk diingat kembali jika suatu saat nanti sudah tidak punya hak lagi untuk memandang. Siang ini, Tuhan memberikan saya satu kesempatan terakhir untuk melihat sosoknya dari jarak terbaik untuk melihat tanpa diketahui, dari jarak terbaik untuk melihat senyum nya, terakhir kali. Saya sedang duduk, entah dorongan apa yang membuat saya menengok ke arah kanan. dan disanalah saya melihat sosoknya lagi, sepedanya, tasnya, dan jaket baru yang belum pernah bisa saya lihat dari jarak dekat.

Saya merasakan jantung saya berhenti berdetak untuk beberapa saat, saya memalingkan wajah, sampai akhirnya saya mulai menatap lagi sosoknya, dari belakang, dari sudut yang tidak terlihat. entah, rasanya ada yang mengganjal, rasanya ada yang salah, rasanya bukan seperti ini seharusnya. rasanya saya sudah tidak boleh lagi mengharapkan seseorang yang sudah tidak bisa terkejar lagi, dan detik itu pula saya merasakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melepaskan semuanya. untuk berhenti menahan dia, untuk berhenti menggenggam seseorang yang ingin dibebaskan pergi.

maka saya melepaskan dia pergi, dengan cara yang diberikan Tuhan.

Tuhan mengatur saya untuk berada di posisi  melepaskan kepergian seseorang, saya dipunggungi, dan saya melihat dia pergi, jauh, jauh sekali sampai akhirnya menghilang dari pandangan. Itulah cara yang diberikan Tuhan untuk memberi saya kesempatan,

mengantarkan dia pergi.

No comments:

Post a Comment