Sunday, May 26, 2013

-


Rainy day


Lucu ya, di hari hujan kayak gini saya masih inget kamu
Lucu ya, dulu saya selalu nyariin kamu setiap hujan
Lucu ya, dulu saya ngerasain hujan pertamanya spensa sama kamu
Lucu ya, bahkan ketika saya seharusnya benci sama kamu, ketika saya baca timeline yang isinya kakak-kakak kelas ribut sama ruang test masuk SMA yang pengen kamu masukin, dan ketika saya baca status whatsappmu yang menggambarkan betapa pengennya kamu masuk SMA itu, saya masih berdoa untuk kesuksesanmu. dan saya benar-benar masih berdoa untuk kamu.

Lucu.

Friday, May 24, 2013

yeah.


saya masih jatuh cinta setengah mati dengan hujan, hanya hujan, bukan kenangannya

Saturday, May 18, 2013

Starting over


Tidak ada yang salah untuk merasa bahagia setelah adanya perpisahan, bagaimanapun juga perpisahan juga merupakan salah satu media pembebasan, bahkan mungkin awal dari jalan yang baru.

apa indikasi bahwa saya sudah melepaskan, dan saya sudah bahagia?

indikasi paling sederhana adalah ketika saya melihat lagi sosoknya, jantung saya tidak lagi berhenti berdetak untuk sesaat, hati saya sudah tidak lagi merasa sedang melihat rumahnya untuk kembali, dan mata saya tidak lagi terpaku pada sosoknya. mengikhlaskan itu sederhana, sesederhana melihat sosoknya sebentar, rasanya hening yang menyenangkan, tidak ada lagi jeritan jeritan kerinduan yang memilukan, yang ada hanyalah keseimbangan. keheningan yang seimbang.

 rasanya tenang ketika saya tidak lagi merasa terganggu dengan kehadirannya, saya bisa melewati sosoknya tanpa harus merasa terganggu dengan debaran jantung yang tidak karuan. saya bisa dengan mudahnya melewati sosoknya, hanya menatap sebentar, dan pergi. namun ada satu hal yang berbeda, yang menyatakan, yang mengindikasikan bahwa saya sudah melepaskan.

ketika saya pergi, saya tidak pernah menengok kembali

Saturday, May 11, 2013

Better That We Break

I never knew perfection till, I heard you speak
And now it kills me just to hear you say the simple things
Now waking up is hard to do, sleeping's impossible too
And everything's reminding me of you
What can I do?

It's not right, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way
I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way
It's better that we break

A fool to let you slip away
I'd chase you just to hear you say
You're scared, and that you think that I'm insane
City looks so nice from here
Pity I can't see it clearly
While you're standing there it disappears
It disappears

It's not right, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way

I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way
It's better that we break

Saw you sitting all alone
You're fragile and you're cold
But that's alright
Love these days is getting rough
It knocks you down, then beats you up
But it's just a roller coaster anyway

It's not right, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way
I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way

It's not fine, not okay
Say the words that you say
Maybe we're better off this way
I'm not fine, I'm in pain
It's harder everyday
Maybe we're better off this way
It's better that we break.

God shows me the way


Tuhan memberikan tanda untuk melepaskan pergi dengan cara yang paling baik, dengan cara yang paling lembut, seperti usapan seorang ibu, seperti bisikan seorang ayah. seperti hembusan angin, seperti suara rintik hujan.

Tuhan memberikan satu kesempatan terakhir, untuk melihat lagi sosoknya, untuk mengenang lagi, bahkan untuk memasukan rupa mereka dalam memori. untuk diingat kembali jika suatu saat nanti sudah tidak punya hak lagi untuk memandang. Siang ini, Tuhan memberikan saya satu kesempatan terakhir untuk melihat sosoknya dari jarak terbaik untuk melihat tanpa diketahui, dari jarak terbaik untuk melihat senyum nya, terakhir kali. Saya sedang duduk, entah dorongan apa yang membuat saya menengok ke arah kanan. dan disanalah saya melihat sosoknya lagi, sepedanya, tasnya, dan jaket baru yang belum pernah bisa saya lihat dari jarak dekat.

Saya merasakan jantung saya berhenti berdetak untuk beberapa saat, saya memalingkan wajah, sampai akhirnya saya mulai menatap lagi sosoknya, dari belakang, dari sudut yang tidak terlihat. entah, rasanya ada yang mengganjal, rasanya ada yang salah, rasanya bukan seperti ini seharusnya. rasanya saya sudah tidak boleh lagi mengharapkan seseorang yang sudah tidak bisa terkejar lagi, dan detik itu pula saya merasakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melepaskan semuanya. untuk berhenti menahan dia, untuk berhenti menggenggam seseorang yang ingin dibebaskan pergi.

maka saya melepaskan dia pergi, dengan cara yang diberikan Tuhan.

Tuhan mengatur saya untuk berada di posisi  melepaskan kepergian seseorang, saya dipunggungi, dan saya melihat dia pergi, jauh, jauh sekali sampai akhirnya menghilang dari pandangan. Itulah cara yang diberikan Tuhan untuk memberi saya kesempatan,

mengantarkan dia pergi.

Skyfall


Jadi, seperti inilah jawaban dari segala pertanyaan dan perasaan yang selama ini bergolak didalam otak saya. dan seperti inilah alam raya berkonspirasi untuk membentuk sebuah pertemuan dan sebuah perpisahan yang telah diatur oleh waktu dengan sedemikian rapinya, tanpa cela, dan tak terbantahkan.

Dan seperti inilah jagad raya berkonspirasi untuk membuat sebuah perpisahan untuk kami, pada hari ini. dimana hari ini kami sama sama melepaskan pergi semua yang pernah terjadi, dan membuatnya menjadi sejarah perjalanan hidup yang tak tertuliskan. dan disimpan didalam keheningan yang tanpa batas, atau dalam kata lain kenangan yang tidak termaksudkan untuk diungit ungkit lagi. Hari ini kami melepas semua beban, hari ini kami mengambil jalan yang berlawanan arah, kami pergi sendiri. menuju arah sendiri, dan menunggu alam untuk berkonspirasi lagi untuk membentuk pertemuan yang baru.

 Hari ini seluruh jagad raya telah menjadi saksi dan media yang baik, hari ini mereka semua menjadi saksi atas pernyataan bahkan pertanyaan, atas kerinduan, atas tangisan yang tak terucap sehingga menjadi suara hati yang teredam, atau diredam.

  Malam ini, saya melepas kamu pergi. saya melepas kita pergi.

Berbahagialah, saya tersenyum disini, menatap punggungmu yang perlahan menjauh pergi.

Sunday, May 5, 2013

Jawaban

Selama ini saya terus terusan mencari dan bertanya-tanya, apa yang salah dari semuanya ? apa yang menyebabkan semesta tidak mengizinkan saya untuk merasa bahagia, setidaknya sedikit lebih lama lagi.
 Selama ini saya selalu menyalahkan berbagai hal yang bisa disalahkan, mengutuki nasib dan menganggap bahwa saya adalah orang yang paling sengsara di seluruh dunia. saya mulai menyalahkan masalah masalah yang di bebankan kepada saya tanpa ampun. menggilas gilas pikiran saya sehingga menjadi setipis kertas. gepeng dan tidak berbentuk lagi.

Selama ini saya selalu memaksakan kehendak, saya selalu berusaha untuk berlari terus menerus dengan nafas yang sudah terpatah patah dan kaki yang sudah letih, saya memaksakan diri saya untuk terus terusan berusaha dan terus terusan tidak bersikap seperti pengecut, yang hanya bisa pasrah kepada nasib. saya ingin berjuang dan diperjuangkan, saya terus berlari seperti seekor domba yang sedang dikejar serigala, tanpa pernah berfikir untuk berhenti saya menyongsong segala macam belokan dan tikungan tajam, terjatuh berkali kali dan bangkit lagi untuk melanjutkan perjuangan saya. saya kira dengan berusaha sedemikian rupa maka saya juga akan diperjuangkan seperti itu. tetapi ternyata saya salah, saya terjatuh sendiri dan bangkit sendiri, saya mengobati luka sendiri, dan terus terusan menutup telinga dari seruan seruan orang yang mengatakan bahwa sudah saatnya saya berhenti berlari. tetapi saya tetap berjuang, saya tetap berlari. sendirian.

Saya berusaha kuat, dan berusaha terus berfikir bahwa pada akhirnya semua akan menjadi seperti apa yang selama ini saya impi-impikan, bahwa suatu hari diujung rute berlari saya akan merasa bahagia, saya terus terusan menanti seseorang yang memberikan akhir dari perjalanan saya, dengan tangan yang direntangkan lebar lebar dan senyum yang menanti saya, lalu saya akan terhanyut dalam dekapan tangannya, dan pada saat itu saya akan merasa bahagia dan bersyukur karena tidak pernah berhenti ditengah jalan seperti para pengecut lainnya.

 ternyata, mereka yang berhenti ditengah jalan, dan mereka yang telah berhenti berlari bukanlah selamanya seorang pengecut. mereka yang menyerah ditengah jalan sudah cukup pintar untuk membuka mata dan telinganya, mereka tahu mana jalan yang harus dilalui dan jalan mana yang tidak seharusnya dilalui. mereka, yang awalnya bermimpi untuk seseorang yang menjadi akhir dari perjalanan, akhirnya menjadi lebih realistis, mereka terbangun dari angan angan yang semakin lama semakin menjatuhkan. mereka akhirnya sadar, bahwa mereka tidak diperjuangkan, sebagaimana mereka memperjuangkan. akhirnya mereka sadar bahwa jalan akhir adalah keputusan mereka sendiri. mereka yang memilih bagaimana caranya bahagia, bukannya terus terusan berlari seperti orang gila, mengejar seseorang untuk memberikan garis akhir perjuangan.
 bukannya membuat akhir mereka sendiri. mereka yang terus berlari kadang terlalu bodoh. mereka menunggu untuk diberi kepastian, bukannya membuat kepastian.

 ternyata yang dimaksud jalan akhir adalah merelakan, mengikhlaskan pergi. bukannya terus terusan memeluk seseorang yang ingin dibebaskan. jalan akhir dari perjuangan satu arah adalah untuk berhenti berlari, membuat ujung rutenya sendiri. memilih bagaimana mereka akan bahagia. mereka memilih, bukan menunggu untuk dipilihkan.

 cara terbaik untuk bahagia adalah berhenti berharap, berhenti bermimpi yang terlalu muluk, dan menyadari sudah saatnya untuk menyelesaikan rute berlari yang tidak layak. dimana mereka hanya berjuang sendiri.
Melepaskan akhirnya akan terasa menjadi sesuatu yang benar, menjadi suatu ujung dari perjuangan yang melelahkan. mereka bangkit, dari keterpurukan dan dari mimpi yang menjatuhkan. mereka sadar, dan akhirnya mengikhlaskan, ikhlas untuk apapun yang akan terjadi, untuk semuanya.

Menjadi lebih realistis, mereka akhirnya akan mendoakan. mendoakan agar suatu saat "ujung rute yang selama ini di impi impikan" akan menemukan pelari yang memang pantas untuk sampai di akhir tujuan, akan menemukan pelari yang benar-benar pantas mendapatkan dekapan kemenangan, akan menemukan pelari yang memang layak, pelari yang menggerakan mereka untuk berjuang bersama menuju ujung, bukan hanya satu pihak, melainkan dua pihak yang berjuang bersama. pelari dan ujung perjalanan yang sudah ditentukan semesta.

Dan pelari yang berhenti ditengah jalan ini, masih ingin merasakan udara kebebasan sebentar lagi, merayakan kebangkitannya sedikit lebih lama lagi. sampai pada akhirnya mereka akan berlari lagi, mereka akan berjuang lagi. di rute yang berbeda, dengan ujung perjalanan yang memang sudah dikhusukan untuk mereka lalui sampai akhir.

 mereka akan berlari lagi. di rute yang lebih layak.