Sunday, February 24, 2013
Bulan Galau
Sepertinya resolusi resolusi tahun baru saya sedikit terhambat dengan datangnya bermacam-macam masalah secara berurutan di 2 bulan terakhir ini. melelahkan. Entah hadiah apa yang akan saya dapat dari Allah atas masalah yang seabrek ini. saya harap sesuatu yang sebanding dengan upaya saya selama 2 bulan menyebalkan ini.
Disaat-saat galau seperti ini tentunya menimbulkan dampak tersendiri ke orang-orang disekitar saya, well, mereka menjadi bulan bulanan saya, dan menjadi objek saya menjelentrehkan uneg uneg yang panjaaaaaaaaaaaang sepanjang kereta api. tetapi sebagian besar mereka tidak memberikan respond seperti yang saya harapkan, saya butuh motivasi inspirasi dan teman bicara (pendengar) yang baik ! bukan malah memperburuk suasana, dan akan berakhir dengan saya menyalahkan mereka atas segalanya. akhirnya berakhir dengan saya nggak nyaman lagi cerita sama mereka, saya jadi punya pemikiran bahwa mereka mereka itu bukan orang yang "peka". bukan bermaksud pamrih, tapi rasanya nggak adil banget gitu, saya rela loh menyisihkan sebagian waktu saya untuk mendengarkan mereka, mencoba care ke mereka, menjadi teman bicara yang menyenangkan. tapi apa yang mereka lakukan untuk saya ? kadang menemani kadang menghilang, muncul kok labil sih ? nggak usah muncul segala lah kalau akhirnya akan menghilang lagi.
memang, ada jenis orang yang memiliki tipe "kelihatannya cuek tapi care" tapi rasanya jadi sebel sendiri gituloh, cuek ya cuek, care ya care jangan setengah setengah gitulah duh. Segalanya jadi berasa serba salah ajasih sama mereka, kalau nyuekin balik kadang berasa nggak tega, berasa terlalu jahat, takut memperburuk suasana, takut keadaannya jadi tidak menyenangkan lagi. tapi kalau saya berusaha membuka pembicaraan dan mencari topik pembicaraan (dengan mengorbankan rasa gengsi, yang sama sekali tidak mudah) lalu dibalas dengan males malesan dan ala kadarnya, lalu ditinggal menghilang itu rasanya UGH UGH UGH menyesal sudah membuka pembicaraan ! saya tahu cuek, iya saya paham memang begitu modelan nya, dari sananya memang begitu, tapi kenapa sih nggak berusaha sedikiiiiiiiiiiiittttttt aja ngasih feedback yang sebanding sama apa yang saya lakukan selama ini ? kok kayak saya yang ngebet banget, kok berasa saya doang yang terus terusan berusaha, saya yang terus terusan mengalah, di situasi seperti ini seakan-akan saya menyalahkan semua hal, saya menjadi lebih sensitif.
Saya paham betul dengan melakukan semua pengorbanan tersebut membuat saya menjadi sosok yang lebih dewasa, belajar mengalah. tapi untuk kesekian banyaknya pengorbanan yang sudah saya lakukan sepertinya saya sudah bukan dewasa lagi, melainkan manula ! got it ? ma-nu-la. kalau saya yang ngejar terus lalu kapan saya dikejarnya ? nunggu saya nggak kuat lagi gitu ? jangan meremehkan saya lah, kalau saya sudah benar benar menyerah, anda bisa melakukan hal apa lagi untuk meyakinkan saya kembali ?
saya masih merasa bahwa ini adalah hal sepele yang tidak perlu saya bahas dan jelentrehkan secara terus terang dan serius, saya nggak tega, lihat kan saya masih mikirin perasaan anda yang sudah segitu jahatnya. tapi kadang-kadang ada perasaan dimana saya kepengen sekali berhenti berlari, kadang ada kalanya saya merasa ingin berhenti melangkah lalu berputar arah, tapi saya masih memikirkan alasan untuk apa selama ini saya berlari ? saya nggak mau mengorbankan semua usaha dari awal sehingga sudah sampai di titik yang sejauh ini.
saya memaklumi semua ketidak-sadaran dalam semua tindakan yang sudah dilakukan, saya maklumi betul. tapi kadang ada saat-saat seperti sekarang, dimana saya berada di titik paling atas kejenuhan, dimana saya berada di batas kesabaran saya. saya ingin lah sekedar mengeluarkan apa yang mengganggu pikiran saya selama beberapa waktu terakhir ini. ada waktunya semua pihak mengerti apa yang sedang terjadi.
saya masih berlari untuk anda, tetapi saya hampir lelah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment