H-2 kepindahan Dhea (hari H nya yang adalah hari ini, tanggal 22 Desember 2012) kami melaksanakan kencan terakhir, curhat terakhir, berduaan tanpa ada orang lain disekitar kami. seperti biasa, kami cuma duduk berdua, dan pada akhirnya menceritakan mimpi satu sama lain. Hari itu lagi-lagi saya sudah merasa 'kehilangan' padahal sosok dhea masih duduk tepat didepan saya, masih bisa saya lihat, dan suaranya masih bisa saya dengar. tapi rasanya ada sesuatu yang mengganjal, bahkan saya hari itu berusaha keras untuk tidak menangis, tidak untuk hari itu. belum saatnya saya menangis.
Tiba-tiba entah bagaimana saya mulai merogoh ke dalam tas, mengambil secarik kertas persegi panjang kecil, dan satu spidol oranye. saya harus menuangkan perasaan saya pada seseorang, dan yang saya pilih adalah Neptunus. ya ya ya saya tahu ini terdengar tidak masuk akal, bahkan saya tahu mengirim surat pada neptunus tidak akan menjadi hal yang bersifat 'magis', hanya sebuah cerita yang dituliskan dalam sebuah novel, tapi lagi-lagi entah mengapa saya hanya ingin mencari teman bicara, dan pada akhirnya saya tuliskan sepucuk surat pada neptunus. saya ceritakan apa yang saya rasakan, saya masih bisa melirik dhea sesekali sembari menulis surat, saya akan tuliskan surat tentang dhea. untuk neptunus.
Saya lupa apa yang saya tuliskan didalam surat itu secara detail, tetapi saya tulis apapun yang sedang saya rasakan hari itu, semua saya tuangkan didalam secarik kertas itu. saya ingat sedikit, tentang dhea didalam surat itu. seharusnya itu hanya menjadi rahasia antara saya dan neptunus.
"Nus, kamu tahu kan sahabatku dhea ? dia bakalan pergi nus, ninggalin aku pindah ke Bogor. Bogor itu kota hujan kan ? air, itu elemenmu, secara nggak langsung itu juga kotamu kan Nus? dhea juga salah satu agen rahasiamu nus, dia agen non-aquarius. jaga dia untukku ya?"
kertas itu saya rubah menjadi bentuk perahu kertas kecil, dengan huruf-huruf oranye yang menghiasi bagian luar perahu kertas, saya bingung. seharusnya perahu itu harus sampai di laut ! tapi, itu masih jam sekolah, dan saya nggak tahu sungai terdekat yang bisa saya capai. "dhe, aku hanyutin dimana ya ?" dhea sama sekali nggak membantu, bahkan berkali-kali dia 'menawarkan diri' mengantarkan saya menghanyutkan perahu kertas di bak kamar mandi perempuan. tentu saja, terlalu gila ! tentu saja, dhea sama sekali nggak tahu bahwa yang saya tuliskan didalam perahu itu adalah 'dia'. seandainya dia tahu, diapun nggak akan rela melihat perhau itu hanyut hanya dalam bak kamar mandi perempuan.
Akhirnya saya seret dhea menuju kolam ikan kecil di taman belakang sekolah, hanya kami berdua. dhea menunjuk satu sudut kolam yang tidak terkena banyak sinar matahari, satu sudut yang paling 'dingin', dan akhirnya kami berdua duduk disitu. saya meletakan perhau kertas didalam air kolam, tentu saja perahu itu tidak akan pernah sampai ke laut. tapi, saya merasa cukup puas melihat perahu kecil itu mengambang diatas air, diatas ikan ikan kecil.
kami memulai percakapan dari hal-hal yang ada disekitar kami, melihat perahu kertas yang tertiup angin, kami membicarakan apapun yang bisa dibicarakan, kami tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk bersama. kami melaksanakan kencan kami yang terakhir. hanya ada kami, dan perahu kertas kecil diatas kolam. waktu yang berkualitas untuk dua orang sahabat :)
kami membicarakan mimpi-mimpi kami, membicarakan keluarga kami, kamar impian kami, dan sesekali mentertawakan perahu kertas yang tidak pernah bisa mengalahkan kencangnya angin, sehingga ia hanya bisa berada di tepian kolam, di sudut tempat kami duduk. kami lupa waktu dan saya sangat menikmati suasana siang hari itu, sampai pada akhirnya kami berjalan kembali ke dalam kelas setelah kehabisan bahan pembicaraan, kami telah menghabiskan satu hari bersama-sama. kencan terakhir saya bersama salah satu sahabat terbaik saya, Dhea Aulia Arsya.
kami meninggalkan perahu kertas-ku untuk neptunus, perahu itu tidak bisa pergi kamanapun sampai pada akhirnya ia hanya akan hancur. tetapi lagi-lagi saya sudah puas, saya sudah bahagia, perahu kertas itu sudah berada di tempat yang seharusnya, surat saya tentu akan sampai pada neptunus, karena ia telah berlayar